Perbedaan Dan Persamaan Bitcoin Vs Ethereum

Oleh:   PLAN MARKETING PLAN MARKETING   |   Desember 17, 2017
Ethereum telah mendapat banyak perhatian sejak diluncurkan pada awal 2014, oleh Vitalik Buterin. Sejak saat itu, ia telah mendapatkan popularitas dan akibatnya, banyak orang terus-menerus membandingkannya dengan Bitcoin. Sangat penting bagi calon investor untuk mengetahui perbedaan dan persamaan antara Ethereum vs Bitcoin.

Bitcoin


Bitcoin adalah mata uang virtual yang diluncurkan lebih dari tujuh tahun yang lalu. Itu adalah mata uang pertama dengan sebuah ide yang ditetapkan dalam sebuah kertas putih oleh Satoshi Nakamoto. Bitcoin mengenakan biaya transaksi yang sangat rendah dibandingkan mekanisme pembayaran online standar lainnya dan dipantau dan dikendalikan oleh otoritas terdesentralisasi. Hal ini sangat berbeda dengan mata uang yang dikeluarkan pemerintah.

Bitcoin Vs Ethereum

Bitcoin murni alat virtual, artinya tidak ada Bitcoin yang nyata, hanya saldo yang terkait dengan kunci privat dan publik. Selama bertahun-tahun, semakin banyak orang mulai menghargai penggunaan mata uang virtual dan popularitasnya meningkat di antara badan pemerintah maupun regulator.

Meskipun bitcoin tidak diakui secara global sebagai penyimpan nilai atau media pembayaran, namun telah menciptakan sebuah nama untuk dirinya sendiri dan terus membuka jalannya sistem keuangan meskipun terus-menerus diperdebatkan dan diteliti.

Teknologi blockchain


Blockchain adalah teknologi yang kekuatan bitcoin. Blockchain bukan hanya topik yang diminati di dunia teknologi, namun merupakan teknologi yang paling banyak dicari oleh banyak perusahaan dan industri.

Blockchain pada dasarnya adalah buku besar untuk bisnis dan bahkan transaksi publik. Rantai ini terus tumbuh seiring transaksi berlanjut dan blok ditambahkan ke dalamnya. Blok dimasukkan dalam blockchain secara kronologis melalui kriptografi, memastikan bahwa tidak dimanipulasi oleh individu-individu jahat.

Blockchain bertindak sebagai catatan bukti tamper untuk transaksi yang dilakukan di platform, dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan. Blockchain memberi pengguna kesempatan untuk bekerja dengan biaya lebih rendah dengan risiko rendah, kepatuhan peraturan yang besar, serta peningkatan efisiensi.

Ethereum


Pengembang kini menggunakan teknologi blockchain untuk merancang aplikasi yang bisa melakukan lebih dari sekedar dukungan mata uang digital. Ethereum sering disebut sebagai Bitcoin 2.0, atau Crypto 2.0.

Ethereum diluncurkan pada tahun 2015 dan saat ini merupakan jaringan perangkat lunak open source yang paling andal yang memungkinkan aplikasi terdistribusi dan kontrak cerdas dibuat dan dijalankan tanpa adanya kecurangan, downtime, atau pengaruh dari pihak ketiga.

Ethereum lebih dari sekedar platform, juga host bahasa pemrograman (Solidify) yang beroperasi pada blockchain yang membantu pengembang merancang dan membuat aplikasi mereka sendiri. Aplikasi yang dibuat untuk Ethereum telah mencapai potensi saat mereka beroperasi berdasarkan token kriptografi spesifik jaringannya.

Pada tahun 2014, Ethereum merilis pre-sale untuk ETH yang mendapat ulasan positif dari orang-orang di seluruh dunia. ETH juga dikenal sebagai Eter adalah mata uang token yang memicu platform Ethereal. Eter digunakan untuk dua alasan utama. Ini digunakan sebagai mata uang digital, sama seperti kripto yang lain dan juga digunakan di platform untuk menjalankan dan memantau aplikasi dan juga menghasilkan uang.

Ethereum juga bisa digunakan untuk mendesentralisasikan, mengkodifikasi, dan mengamankan perdagangan untuk apa saja. Salah satu proyek utama yang sedang berlangsung adalah kemitraan dengan Microsoft dan ConsenSys yang menawarkan pengguna Blockchain Ethereum sebagai Layanan EBaaS. Layanan ini ditawarkan di Microsoft Azure sehingga pengembang dan klien perusahaan dapat memiliki lingkungan berbasis cloud satu klik.

Bitcoin vs Ethereum


Sementara kedua platform didukung oleh kriptografi dan buku besar terdistribusi, kedua jaringan memiliki banyak perbedaan. Misalnya, bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengembangkan Ethereum adalah Turning Complete sedangkan Bitcoin adalah bahasa berbasis stack. Di Ethereal, transaksi diverifikasi dalam hitungan detik sementara di Bitcoin, mungkin perlu waktu hingga beberapa menit.

Blok bangunan dasar untuk platform ini juga berbeda. Bitcoin menggunakan algoritma hash yang aman sedangkan Ethereum menggunakan ethash.

Dari perspektif umum, Ethereum dan Bitcoin berbeda dalam tujuannya. Bitcoin dikembangkan sebagai alternatif uang dan bisa disebut sebagai alat pembayaran atau penyimpan nilai. Di sisi lain, Ethereum adalah platform yang mendukung kontrak dan aplikasi open source melalui mata uangnya sendiri.

Meskipun kedua platform menjadi host mata uang digital, tujuan utama Ethereum adalah memfasilitasi dan memonetisasi fungsi pada Ethereum untuk memungkinkan pengembang membuat dan menjalankan aplikasi. Bitcoin telah memantapkan dirinya sebagai alternatif pembayaran.

Kesimpulan


Ethereum adalah bentuk teknologi yang didukung oleh blockchain dan dengan tujuan sendiri. Baik Bitcoin maupun Ethereum menawarkan fitur unik dan penting bagi ekonomi global. Intinya, keduanya sangat penting dalam meningkatkan adopsi dan paparan teknologi blockchain kepada khalayak yang lebih luas.

Tampilkan Komentar