6 Tips Untuk Komunikasi Yang Efektif Selama Interview Kerja

Oleh:   PLAN MARKETING PLAN MARKETING   |   Agustus 12, 2017
Tips Komunikasi Efektif Selama Interview Kerja -  Melakukan wawancara kerja bisa menjadi pengalaman yang menegangkan dan mengintimidasi. Ketika Anda mencoba menyajikan citra terbaik kepada calon majikan potensial Anda, Anda mungkin merasa gugup dengan kesan yang Anda buat. Jika Anda merasa stres, ini bisa mencegah Anda menjelaskan secara tepat gairah, pengalaman, dan minat Anda terhadap pekerjaan itu. Komunikasi adalah kunci selama wawancara, terlepas dari posisi yang Anda wawancarai. Jika Anda ingin mendapatkan pekerjaan itu, Anda harus bisa berkomunikasi secara efektif mengapa Anda paling sesuai untuk posisi itu.

Untuk membantu Anda mengkomunikasikan keterampilan Anda dengan lebih efisien, berikut adalah beberapa tips yang harus Anda ikuti selama wawancara kerja.

Tips Untuk Komunikasi Yang Efektif Selama Interview Kerja
Tips Untuk Komunikasi Yang Efektif Selama Interview Kerja

6 Tips Untuk Komunikasi Yang Efektif Selama Interview Kerja : 

1. Buat Kesan Pertama Yang Kuat

Kesan pertama Anda mungkin merupakan bagian terpenting dari keseluruhan wawancara Anda. Kesan pertama biasanya menempel, artinya jika Anda tidak menyajikan versi terbaik dari diri Anda sendiri dengan sebaik mungkin, Anda bisa berjuang untuk mendapatkan kembali kredibilitas.


Saat Anda memulai wawancara, pastikan berjabat tangan dengan pewawancara Anda dan perkenalkan diri Anda. Jika ada anggota tim lain di dalam ruangan, perkenalkan diri Anda kepada mereka dengan cara yang sama. Tetap percaya diri, melakukan kontak mata dan menjaga jabat tangan yang kuat.

2. Berbicara Dengan Jelas Dan Percaya Diri

Adalah normal untuk merasa sedikit gugup saat Anda dalam sebuah wawancara, tapi Anda tidak ingin saraf tersebut mempengaruhi cara Anda berbicara. Jika Anda membiarkan saraf mempengaruhi cara Anda menjawab pertanyaan atau menanggapi pewawancara, Anda bisa menemukan ketidaktahuan diri Anda atau tidak menjawab sebaik-baiknya kemampuan Anda.

Hindari mengucapkan "um" atau kata-kata pengisi lainnya sebanyak mungkin. Jika Anda butuh waktu untuk memikirkan jawaban yang benar, tidak apa-apa sejenak sebelum Anda merespons. Bicaralah dengan tenang dan cobalah untuk berbicara sealami mungkin.

3. Ingatlah Untuk Selalu Tersenyum

Saat Anda diwawancarai untuk pekerjaan, manajer perekrutan mencari lebih dari sekadar kualifikasi Anda. Mereka juga mengevaluasi apakah Anda akan cocok di kantor atau tidak. Ini berarti Anda ingin menampilkan diri sebagai pemain tim dan menyenangkan berada di sekitar.

Sesuatu yang sederhana seperti tersenyum saat Anda sedang berbicara bisa cukup untuk tampak lebih kepribadian. Bersikap ramah dan hangat, tapi tetap fokus. Jika Anda menemukan terlalu keras atau kaku, manajer perekrutan mungkin menganggap Anda sulit bekerja sama. Tentu tersenyum saat Anda merespons pertanyaan.

4. Gunakan Pengisahan Cerita

Terkadang, cara terbaik untuk menanggapi sebuah pertanyaan adalah dengan sebuah cerita. Cerita bisa membuat wawancara Anda lebih menarik dan memberi manajer perekrutan sesuatu untuk Anda ingat. Dengan cerita yang benar, Anda bisa membangun hubungan yang kuat dengan pewawancara Anda dan menciptakan dialog yang lebih alami.

Sebelum mengikuti wawancara, cobalah memikirkan beberapa cerita yang berhubungan dengan keahlian atau pengalaman Anda dengan kualifikasi pekerjaan. Latihlah kejadian di kepala Anda sehingga Anda tidak tersandung saat mencoba memberi tahu mereka dalam wawancara. Ingat poin kunci yang ingin Anda sentuh untuk memastikan Anda mengerti maksudnya.

5. Ajukan Pertanyaan Anda Sendiri

Selama proses wawancara, sebagian besar fokus ada pada Anda. Karena manajer perekrutan ingin mengenal Anda, Anda bisa merasa berada di kursi yang panas. Namun, percakapan satu sisi ini bisa membuat aliran tampak tidak alami dan mencegah Anda dan manajer perekrutan Anda membuat koneksi yang kuat.

Jangan ragu untuk bertanya kepada manajer perekrutan Anda beberapa pertanyaan juga. Sementara pertanyaan yang Anda ajukan mungkin sangat berbeda dari pertanyaan yang mereka ajukan kepada Anda, menciptakan dialog dua arah dapat membuat proses wawancara menjadi lebih mudah. Pikirkan beberapa hal yang ingin Anda ketahui tentang perusahaan, apa yang disukai manajer perekrutan tentang perusahaan dan pertanyaan yang berkaitan secara khusus dengan persyaratan jabatan.

6. Kenali Pewawancara Anda

Setiap perusahaan mungkin mendekati proses perekrutan sedikit berbeda. Pada satu wawancara, Anda mungkin berbicara dengan perwakilan SDM. Di tempat lain, Anda mungkin diwawancarai oleh seseorang di departemen yang akan Anda tangani. Masing-masing wawancara ini mungkin terlihat berbeda, dan Anda ingin meresponsnya dengan cara yang berbeda agar percakapan tetap berlangsung.

Saat Anda mewawancarai seorang profesional HR, mereka mungkin tidak tahu banyak tentang rincian pekerjaan tertentu. Menjawab dengan rincian teknis atau jargon perusahaan dapat memasang dinding di antara Anda berdua, sehingga sulit untuk terhubung. Simpan tanggapan yang lebih rinci untuk wawancara dengan kepala departemen atau atasan potensial.

Untuk berkomunikasi terbaik dalam wawancara Anda berikutnya, Anda harus merencanakan dengan benar. Luangkan waktu untuk mempertimbangkan pertanyaan potensial yang mungkin Anda tanyakan dan bagaimana Anda ingin menjawabnya. Latihlah cerita dan penelitian Anda tentang individu yang akan Anda ajak bicara. Dengan persiapan yang tepat, Anda bisa tetap percaya diri sepanjang seluruh wawancara Anda.

Tampilkan Komentar